Jumat, 20 Juni 2014

Harga Duit Turun Lagi

Mengapa bulan di jendela makin lama
makin redup sinarnya?
Karena kehabisan minyak dan energi.
Mimpi semakin mahal, 
hari esok semakin tak terbeli.

Di bawah jendela bocah itu sedang suntuk belajar matematika. 
Ia menangis tanpa suara: 

Minggu, 20 Mei 2012

Ngelmu Pring (falsafah Bambu)

*Ngelmu pring=ilmu bambu
Pring reketeg
gunung gamping jebol
susu mentheg-mentheg
bokong gedhe megal-megol
pring padha pring
eling padha eling
eling dhirine
eling pepadhane
eling patine
eling Gustine
Pring iku deling
tegese kendel lan eling
Pring padha pring
eling padha eling
Pring iku suket
dhuwur tur jejeg

PERIBAHASA-JAWA

PERIBAHASA-JAWA
Dalam khasanah sastra Jawa dikenal apa yang dinamakan bebasan, sanepan, atau saloka. Merupakan bentuk peribahasa yang berisi makna kiasan sebagai sarana mempermudah penggambaran suatu keadaan. Keadaan bisa berupa fakta realitas yang tidak biasa terjadi, sindiran, sarkasme, dan suatu kenyataan yang paradoksal. Dirangkai dalam gaya bahasa, kata dan kalimat yang indah, lembut agar tidak mudah menyinggung perasaan orang namun mudah sebagai pengingat. Pada saat ini kekayaan sastra Jawa terasa sangat minim, tidak lebih dari bahasa sehari-hari yang diterapkan dalam pergaulan masyarakat Jawa dan lainnya. Namun bila anda ingin menggunakan dalam wacana komunikasi sehari-hari tampaknya masih relevan, dan saya pikir masih bermanfaat untuk megistilahkan atau membahasakan suatu kejadian atau peristiwa yang tidak wajar. Kalimat yang digunakan ibarat pantun yang terkadang terasa lucu dan aneh. Apapun tastenya, berikut ini peribahasa yang dapat kami kumpulkan dari berbagai sumber khasanah pustaka Jawa dan nara sumber langsung. Semoga bermanfaat untuk anda sekalian yang masih peduli kebudayaan lokal asli nusantara maupun bagi yang gemar olah sastra dan budaya lokal.
A
Adhang-adhang tetese embun : njagakake barang mung sak oleh-olehe.
Adigang, adigung, adiguna : ngendelake kekuwatane, kaluhurane lan kepinterane.