PERIBAHASA-JAWA
Dalam khasanah sastra Jawa dikenal apa yang dinamakan bebasan, sanepan, atau saloka.
Merupakan bentuk peribahasa yang berisi makna kiasan sebagai sarana
mempermudah penggambaran suatu keadaan. Keadaan bisa berupa fakta
realitas yang tidak biasa terjadi, sindiran, sarkasme, dan suatu
kenyataan yang paradoksal. Dirangkai dalam gaya bahasa, kata dan kalimat
yang indah, lembut agar tidak mudah menyinggung perasaan orang namun
mudah sebagai pengingat. Pada saat ini kekayaan sastra Jawa terasa
sangat minim, tidak lebih dari bahasa sehari-hari yang diterapkan dalam
pergaulan masyarakat Jawa dan lainnya. Namun bila anda ingin menggunakan
dalam wacana komunikasi sehari-hari tampaknya masih relevan, dan saya
pikir masih bermanfaat untuk megistilahkan atau membahasakan suatu
kejadian atau peristiwa yang tidak wajar. Kalimat yang digunakan ibarat
pantun yang terkadang terasa lucu dan aneh. Apapun tastenya,
berikut ini peribahasa yang dapat kami kumpulkan dari berbagai sumber
khasanah pustaka Jawa dan nara sumber langsung. Semoga bermanfaat untuk
anda sekalian yang masih peduli kebudayaan lokal asli nusantara maupun
bagi yang gemar olah sastra dan budaya lokal.
A
Adhang-adhang tetese embun :
njagakake barang mung sak oleh-olehe.
Adigang, adigung, adiguna :
ngendelake kekuwatane, kaluhurane lan kepinterane.